110 Kisah Seputar Harta

Dalam hidup ini, tiap manusia punya kebutuhan yang harus dipenuhi; sandang, pangan, papan dan sebagainya. Memiliki harta merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan untuk bisa memenuhinya. Karena itu, setiap orang apalagi muslim harus mencari harta dan jangan sampai mengemis apalagi mencuri, korupsi dan berbagai istilah yang menggambarkan upaya mencari harta secara tidak halal.

Karena itu, dalam kehidupan akhirat nanti, ada dua pertanggungjawaban yang berkaitan dengan harta sehingga dengan harta itu ada manusia yang mulia, namun banyak orang yang menjadi hina dan sangat hina dengan azab yang pedih. Dua pertanggungjawaban itu adalah darimana harta diperoleh dalam arti halal atau tidak dan untukm apa dipergunakan, untuk kebaikan atau keburukan.

Buku yang ditulis oleh Ust. Ahmad Yani ini merupakan buku ke 32, berisi kisah-kisah singkat dari kehidupan Nabi saw dan para sahabat , kisah-kisah yang menarik dan sarat dengan pelajaran untuk kita dalam kehidupan sekarang dan yang akan datang. Karenanya isi buku ini tidak hanya berisi cerita, tapi juga apa hikmah yang harus diambil dari cerita itu.

Diantara contoh kisah yang terdapat dalam buku ini dengan judul Tidak Mengemis Lagi.

Menyadari betapa buruknya mengemis membuat seorang muslim tidak mau melakukannya lagi meskipun ada orang yang mau memberinya.

Sahabat Hakim bin Hizam ra menceritakan dalam hadits riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasai: “Aku pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah saw, maka beliau memberiku, kemudian aku meminta lagi, beliaupun memberiku, aku meminta lagi dan diberi. Kemudian beliau bersabda: “Wahai Hakim, harta ini adalah hijau lagi manis. Barangsiapa mengambilnya dengan kedermawanan jiwa, maka ia diberkahi padanya, dan barangsiapa mengambilnya dengan ketamakan jiwa, maka dia tidak diberkahi padanya dan dia seperti orang yang makan dan tidak kenyang. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.”

Mendengar hal itu, aku berkata: “Ya Rasulullah, demi dzat yang yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan mengambil (menerima) sesuatupun dari siapapun sesudahmu sampai aku mati.”

Suatu ketika Abu Bakar memanggil Hakim untuk memberinya sesuatu, tetapi dia menolak menerimanya. Kemudian Umar memanggilnya untuk memberi sesuatu juga, tetapi dia menolak menerimanya.

Umar berkata: “Wahai Kaum Muslimin, aku menjadikan kalian sebagai saksi bahwa aku telah menawarkan kepada Hakim haknya yang Allah berikan kepadanya dari harta fa’i, tetapi dia menolak menerimanya.”

Setelah Nabi saw wafat, Hakim tidak meminta kepada siapapun sampai dia wafat

Dari kisah di atas, pelajaran yang bisa diambil adalah:

1.    Setiap orang sebenarnya punya potensi untuk berusaha sehingga bisa mencukupi kebutuhannya dan meninggalkan kebiasaan mengemis.

2.    Pemahaman tentang keharusan berusaha dan harga diri yang tinggi membuat seseorang tidak mau mengemis, bahkan menerima pemberianpun tidak mau bila pihak lain memandangnya sebagai orang yang tidak mampu.

Lebih lengkap daftar isi buku ini bisa dibaca:

1.    Semangat Berusaha
2.    Berusaha dan Beribadah
3.    Mengemis
4.    Curang
5.    Meninggalkan Harta Demi Iman
6.    Peluang Korupsi
7.    Di Jalan Allah
8.    Mencari Harta Yang Utama
9.    Wajar Dalam Mencari Harta
10. Utang Untuk Membantu
11. Pedagang Yang Penjahat
12. Sumpah Dalam Bisnis
13. Tidak Melalaikan Ibadah
14. Gila Harta Menyembunyikan Kebenaran
15. Hentikan Riba
16. Riba Tetap Tidak Boleh
17. Tidak Memberi Waris
18. Sombong Karena Kaya
19. Jangan Konflik Karena Harta
20. Harta Mahar Milik Isteri
21. Menulis Transaksi Yang Tidak Tunai
22. Tidak Ada Puasnya
23. Membuang Yang Haram
24. Jujur Dalam Bisnis
25. Menjual Akhirat
26. Akibat Mengemis
27. Tidak Mengemis Lagi
28. Makan Harta Anak Yatim
29. Menerima Pemberian
30. Takut Miskin
31. Ingin Dapat Banyak
32. Menjual Yang Diharamkan
33. Membeli dan Menghadiahkan
34. Infak Yang Banyak
35. Semangat Sedekah
36. Wakaf Masjid
37. Mempertahankan Harta
38. Suka Sedekah
39. Sedekah Tidak Terkira
40. Pelopor Kedermawanan
41. Sederhana Tapi Dermawan
42. Sukses Dunia Akhirat
43. Menghiasi Diri Dengan Kedermawanan
44. Pejuang Yang Dermawan
45. Tidak Sombong
46. Tidak Ada Sedekah Yang Sia-Sia
47. Melaksanakan Seruan Sedekah
48. Pelopor Kedermawanan
49. Akibat Tidak Berzakat
50. Gelang Emas
51. Sumpah dan Pengembalian Harta
52. Sedekah Dari Harta Suami
53. Hadiah Untuk Tetangga
54. Sedekah Sampai Mati
55. Berkorban Tapi Berharap Kembali
56. Ikhlas Berkorban
57. Menafkahi Keluarga
58. Memberi Yang Diminta
59. Menafkahi Wanita
60. Sederhana
61. Menanggung Hidup Anak Yang Janda
62. Infak Terbaik
63. Selalu Berinfak
64. Sembunyi dan Terang-Terangan
65. Harta Untuk Kebaikan
66. Sikap Berlebihan
67. Sikap Pertengahan
68. Kikir
69. Sumpah Tidak Mau Memberi`
70. Sedekahkan Harta Suami Yang Pelit
71. Mengutamakan Orang Lain
72. Bukan Harta Sendiri
73. Sangat Dermawan
74. Memberi Yang Meminta
75. Bisnis Sebaik Mungkin
76. Melebihkan Pembayaran Utang
77. Bayar Utang
78. Ancaman Utang
79. Menyelesaikan Utang
80. Menanggung Utang
81. Pezina dan Pencuri
82. Kesungguhan Bayar Utang
83. Memudahkan Orang Yang Berutang
84. Memberi Tempo Pembayaran
85. Utang Penahan Masuk Surga
86. Utang Untuk Kebaikan
87. Komitmen Pada Ketentuan
88. Wasiat
89. Sedekah Atas Nama Almarhum
90. Keluarga Dermawan
91. Sedekah Pada Yang Bangkrut
92. Adil Dalam Pemberian
93. Harta Temuan
94. Memperluas Sedekah
95. Bisa Baik Bisa Buruk
96. Menyembunyikan Kemiskinan
97. Tidak Pernah Cukup
98. Sedekahkan Harta Majikan
99. Sedekahkan Harta Suami
100.              Jangan Mencela Sedekah
101.              Tangan Yang Kasar
102.              Segera Sedekah
103.              Siksa Tidak Zakat
104.              Kendaraan Yang Baik dan Buruk
105.              Zakat Itu Menguntungkan
106.              Godaan Harta
107.              Tidak Merasa Miskin dan Meminta
108.              Meminjam dan Sedekah
109.              Bangkrut
110.              Merasakan Kedermawanan


Contoh kisah di atas memberi gambaran kepada kita bahwa buku ini merupakan bacaan ringan yang cocok dibaca oleh orang yang berpendidikan tinggi maupun rendah, penting dibaca oleh orang kaya maupun miskin. Untuk mendapatkan buku ini anda bisa transfer dana Rp 40.000 + ongkos kirim ke rek BSM 7012350478. BMI 3010008561. Konfirmasi ke HP/WhatsApp 08129021953. Pin 275d0bb3 an Ahmad Yani.  
Tags: ,

LPPD Khairu Ummah

Menjadi unsur dan wadah yang melahirkan konsep pengembangan dakwah, pembinaan umat dan lembaga keumatan serta pelayanan dakwah, pendidikan dan sosial menuju kejayaan Islam dan Umatnya.

0 comments

Leave a Reply