Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah

Salah satu keharusan setiap muslim adalah melaksanakan shalat yang lima waktu dan lebih ditekankan lagi untuk dilakukannya secara berjamaah. Diantara shalat berjamaah yang lebih ditekankan lagi adalah isya dan subuh, Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي اْلعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
Seandainya mereka mengetahui apa yang terkandung dalam shalat ‘atamah (yakni shalat isya’) dan subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.(HR. Bukhari, Ahmad)

         Bagi orang munafik, shalat berjamaah merupakan perkara yang amat berat untuk dilaksanakan, shalat isya dan subuh berjamaah merupakan perkara yang lebih berat lagi, karenanya bila ada kemalasan kita untuk shalat berjamaah harus kita waspadai karena bisa jadi ada virus kemunafikan menyerang jiwa kita, dalam satu hadits digambarkan dari Abu Ishaq dari bapaknya :

 سَمِعْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ يَقُولُ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا صَلاَةَ الصُّبْحِ فَقَالَ أَشَهِدَ فُلاَنٌ الصَّلاَةَ قَالُوا لاَ قَالَ فَفُلاَنٌ قَالُوا لاَ قَالَ إِنَّ هَاتَيْنِ الصَّلاَتَيْنِ مِنْ أَثْقَلِ الصَّلاَةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا َلأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَالصَّفُّ اْلأَوَّلُ عَلَى مِثْلِ صَفِّ الْمَلاَئِكَةِ وَلَوْ تَعْلَمُونَ فَضِيلَتَهُ لاَبْتَدَرْتُمُوهُ وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ وَحْدَهُ وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ مَعَ الرَّجُلِ وَمَا كَانُوا أَكْثَرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Aku mendengar Ubay bin Ka'b berkata; "Suatu hari Rasulullah saw mengerjakan shalat Subuh, lantas beliau bersabda, Apakah kamu melihat Fulan ikut shalat berjamaah?' Para sahabat menjawab, 'Tidak'. Rasulullah saw bertanya lagi,' Apakah si Fulan (orang lain lagi) ikut shalat berjamaah?' Sahabat menjawab, Tidak, Beliau saw lalu bersabda: 'Dua shalat ini sangat berat bagi orang munafik. Andaikan mereka mengetahui (pahala) nya, mereka pasti mendatanginya, walau dengan merangkak. Barisan pertama laksana barisan para malaikat, seandainya mereka mengetahui keutamaannya mereka pasti bersegera menuju barisan pertama. Shalatnya seseorang bersama orang lain lebih utama baginya daripada shalat sendirian, dan shalat seseorang bersama dua orang lebih utama daripada shalat bersama satu orang. Kalau mereka bertambah banyak. Allah Azza wa Jalla lebih mencintainya'." (HR. Nasai).

1.   Dalam Perlindungan Allah

Selalu dalam perlindungan Allah swt merupakan sesuatu yang amat kita dambakan, hal ini karena orang yang dilindungi-Nya akan membuat manusia selamat dari keburukan dan kejahatan yang mungkin dilakukannya sehingga dengan demikian ia akan selalu melakukan kebaikan. Perlindungan seperti ini akan diperoleh bagi siapa saja yang melaksanakan shalat subuh secara berjamaah, hal ini merupakan jaminan dari Allah swt..

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِى جَمَاعَةٍ فَهُوَ فِى ذِمَّةِ اللهِ

Barangsiapa shalat subuh berjamaah, maka dia dalam perlindungan Allah (HR, Ibnu Majah dan Thabrani).

Selain itu, perlindungan juga akan diperoleh dalam arti terhindar dari kejahatan orang lain sehingga orang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah akan memperoleh keselamatan dalam hidup di dunia dan akhirat.

2.   Seperti Shalat Semalam

Shalat malam yakni shalat tahajjud merupakan shalat sunat yang amat ditekankan kepada kita, bahkan bagi Rasulullah saw hal itu malah diwajibkan, ini menunjukkan betapa besar keutamaan shalat malam dan keutamaan itu bisa kita raih dengan melaksanakan shalat subuh secara berjamaah, bahkan bisa kita dapatkan keutamaan yang lebih besar lagi, yakni seperti orang yang beribadah semalam suntuk, sesuatu yang amat sulit untuk kita lakukan, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِى جَمَاعَةٍ  فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

Barangsiapa shalat subuh berjamaah, maka seolah-olah ia shalat semalam suntuk (HR. Ahmad, Abu Daud dan Muslim).

        Dalam hadits lain dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw bersabda:



مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ



Barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya secara berjamaah, itu seperti beribadah setengah malam dan barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya dan Subuh secara berjamaah, maka ia seperti beribadah semalam (HR. Abu Daud).

Meskipun besar keutamaan shalat subuh berjamaah dengan nilai seperti orang shalat tahajjud semalam suntuk, bukan berarti kita tidak perlu melaksanakan shalat tahajjud, karena bagi seorang muslim tentu akan berusaha mendapatkan nilai pahala sebanyak mungkin dari Allah swt, karenanya para sahabat dan para pejuang Islam selalu berusaha melaksanakan shalat tahajjud.

Dalam kaitan ini, ada satu peristiwa menarik yang perlu kita pahami sebagaimana diriwayatkan oleh Malik dari Abu Bakar bin Sulaiman bin Abu Hatsmah, bahwa Umar bin Khatthab pernah kehilangan (tidak melihat) Sulaiman bin Abu Hatsmah dalam shalat subuh. Maka pada pagi menjelang siang, Umar bin Khatthab menuju pasar, sementara tempat tinggal Sulaiman terletak antara pasar dan Masjid Nabawi. Umar lalu bertemu dengan Asy Syifa, ibu Sulaiman. Umar lalu berkata, "Saya tidak melihat Sulaiman saat shalat subuh?."

Wanita itu menjawab: "Dia telah shalat semalaman, hingga dia terlelap tidur."

Umar berkata; "Mengikuti shalat subuh berjama'ah lebih saya sukai daripada shalat semalam suntuk."

3.   Memperoleh Cahaya Yang Sempurna

 Pada hari kiamat manusia amat membutuhkan pertolongan dari Allah swt. Mereka yang ditolong adalah mereka yang dalam hidupnya suka beramal shaleh, diantaranya adalah yang melaksanakan shalat subuh secara berjamaah dan pertolongannya dalam bentuk memperoleh cahaya yang amat dibutuhkan pada saat kegelapan di hari kiamat, Rasulullah saw bersabda:

 بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِى الظُّلْمِ إِلَى الْمَسْجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Berbahagialah orang-orang yang banyak berjalan ke masjid dalam kegelapan, mereka meraih cahaya yang sempurna pada hari kiamat (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Hakim).

4.   Disaksikan Malaikat

Malaikat yang biasa mencatat amal manusia bertugas pada waktu siang dan malam, yang bertugas siang memulainya pada waktu subuh dan yang bertugas malam memulainya pada waktu ashar, karena itu shalat subuh berjamaah selain nilai pahalanya dua puluh lima atau dua puluh tujuh kali lipat dibanding shalat sendiri, juga termasuk shalat yang disaksikan oleh malaikat dalam arti berkumpul dua malaikat yang bertugas siang dan malam dan mereka menyaksikan kaum muslimin yang melaksanakan shalat subuh di awal waktu secara berjamaah, ini merupakan keistimewaan tersendiri bagi kaum muslimin. Dalam satu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra disebutkan:



تَفْضُلُ صَلاَةٌ فِي الْجَمِيْعِ عَلَى صَلاَةِ الرَّجُلِ وَحْدَهُ خَمْسًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً قَالَ وَتَجْتَمِعُ مَلاَئِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلاَةِ الْفَجْرِ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ }وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا{

Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id bin Musayyab] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Shalat secara berjamaah lebih utama dua puluh lima derajat daripada shalat secara individual, " Beliau melanjutkan: "Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul ketika shalat fajar (subuh)." Abu Hurairah; "jika kalian berkenan, maka bacalah "Dan tunaikanlah bacaan fajar (subuh) sesungguhnya bacaan (shalat subuh) disaksikan oleh para malaikat." QS. Al-Isra;78 (HR.Muslim)

Dengan keutamaan besar  yang memang amat kita butuhkan, maka setiap kita harus berusaha untuk selalu melaksanakan shalat subuh berjamaah, bahkan seharusnya hal ini menjadi gerakan di masjid kita masing-masing.



Drs. H. Ahmad Yani

Email: ayani_ku@yahoo.co.id
Tags: , ,

LPPD Khairu Ummah

Menjadi unsur dan wadah yang melahirkan konsep pengembangan dakwah, pembinaan umat dan lembaga keumatan serta pelayanan dakwah, pendidikan dan sosial menuju kejayaan Islam dan Umatnya.

0 comments

Leave a Reply